ibnoe's website | Members area : Register | Sign in

AL-Manar pengasih kp

AL-Manar pengasih kp
Automobile

renungkan!!..menangislah!!.. kebohongan ibu membuatQ menangis!

Sabtu, 12 Februari 2011


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar"

1. KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan"

2. KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"

3. KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian udah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu
kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :" Minumlah nak, aku tidak haus!"

4. KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"

5. KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikitsayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit"

6. KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa"

7. KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan"

8. KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pasangan kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Jika tidak, apakah ini hal yg benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

sumber : kaskus >> http://muslimgaul.do.am

dasarrr ahwatt . . .


Hmm…Kali pertama ngeliat dia, langsung dah hati jatuh, eh jatuh hati! Pasalnya, ane kepincut ma senyumnya yang muaaaniiisss kayak gula. Mana ramah lagi! Pokoknya buaiiiiiiik banget...!

Awalnya tuh, ane dikenalin ma temen seorang cewe berjilbab biasa gt deh.. Singkat cerita ane kecantol ma dia, en akhirnya jalan ne kita mpe sekarang. Ups jangan salah sangka, maksudnya jalan bukan jalan berdua kale... Dia mah di kotanya di kota Bekasi (kota sumpek)hehehe. Lah ane dikampung Banyumas tercinta. Nah di perjalanan kita ini, si ukhty ini hijrah gitu deh jadi... aduh ga bisa diungkapin kata2 pokoknya. Si ukh ini juga ikutan LDK di kampusnya. Nah ane yang badung ini ga tau pengen berubah juga (bukan hanya karena dia lho). Ane jadi pengen belajar agama lagi. Habis nyenengin ternyata. Banyak hal2 menarik dalm belajar agama. Lagian ane juga ga mau terus2 jadi badung. Ane pengen ntar bs jadi imam yang bener buat keluarga yang ane bangun (Mohon doanya ya, sekalian modalnya juga ga papa buat merit ane..hehehe).
Sejak mengenalnya, hidup ane berubah! Drastis boooo!!! Sikap en sifat ane jadi terbalik 180 derajat. Jungkir balik dah. Ane yang dulunya bandel, malu-maluin, ga pernah shalat, rese, jarang mandi pula, langsung "punah” seketika (eh, nggak ding! masih ada sisa2nya koq…dikit seeeh ). Hijrah memang sebuah pilihan (tapi buat ane hijrah itu bukan pilihan tapi jalan hidup), dan ane sangat bersyukur dah milih hijrah kepada kebaikan.

Well…well…Gaul ama akhwat emang asyik banget! Yang paling ane senengin dari mereka tuh ya, enak banget kalo dijadiin ‘tong sampah’ uneg2 qta. Berhubung ane cowo, ya uneg2 nya kaya curhat ga punya duit, alias mau ngutang duit ma mereka,hehehe. InsyaAllah aman deeeh rahasianya…Oww..oww..but, ada juga lho akhwat yang ‘ember’ alias suka ngebocorin curhat qta, tapi itu kan kembali pada tipe manusianya. Yaah, tetep aja prenz, ‘akhwat juga manusia’…yang bisa salah, lupa, bikin dosa, en berpeluang masuk neraka…(iih…Na’udzubillah min dzaalik…).

‘Alaa kulli hal, ane salut banget deh ma akhwat! Dia tuh dah lulus ujian mental sosial.. Buktinya, dia nggak malu pake baju yang kedodoran atawa jubahnya yang kebesaran. Dia gak ngeluh meski gerah akibat jilbab yang lebar en panjang. Dia juga nggak peduli saat pandangan heran bin sinis mengarah padanya. Atau ketika sindiran tajam, tudingan miring, en cemoohan mampir ke telinganya. Dia mah udah kebal ama yang begituan! Semua itu dihadapinya dengan kesejukan tawadhu’, ketebalan iman, dan keteguhan yang luar biasa! Ya! Mereka memang beda dari cewek biasa! Tapi kalo si akhwat dilihat ane, wuih yang ada ane malah kagume poul, salut sejuta salut pokoknya. Tapi ane lihatnya sambil melirik2 gitu, takutnya ntar ma akhwat tersebut ane dikira mau jailin.hehehe. Gaya ane kan masih "parah”, celana jins aja bolong dengkulnya tetep ane pake. Lha wong celana ane cuma itu doang yang agak beres. Tapi kalo ada yang mau kasih hadiah celana jins sie ane terima dengan senang hati.hehehe.

Sejak mengenal "akhwat” ini, ane ngrasain hidup yang berbeda, lebih enak aja gitu. Akhwat tuh mesti pinter bergaul, but jangan melebur, entar malah kecebur! So, hati-hati…jangan sampai citra baik yang dibangun akhwat selama ini, ambruk seketika karena ulah qta eh akhwat2 lain yang ngakunya akhwat, tapi ya gitu deh kelakuannya. Kaya apa cie? Ya mana ane tau.hehehe.

Baidewei, eniwei, baswei, gak kerasa udah 1 tahun lebih ane kenal kehidupan baru ini. Asyik banget lho.. Suka dukanya, pasti ada. Baik jeleknya juga ada. Posistif negatifnya, apa lagiii. Ambil hikmahnya aja!Berbagai tipe akhwat pun ane kenal. Ternyata gak semua akhwat kayak yang diceritain atau yang ane lihat. Ada akhwat yang nyebelin, terutama kalo lagi BeTe! bawaannya cemberuuut aje! Biasanya nggak mau diganggu, ngurung diri di kamar, entar kalo dah pulih, berlagak biasa, seperti gak terjadi apa2. Trus ada juga akhwat yang mudah banget GeEr. Apalagi kalo yang muji si ikhwan (itu mah wajar, semua cewek mang gitu, dah fithrahnya wanita seneng dipuji en dipuja, palagi dimanja!) Eh, ada juga neh akhwat yang sibuker (kalo ini mah hampir semua akhwat yang ane kenal deh). Mereka jarang di rumah, sibuk kuliah, aktif di berbagai organisasi, sibuk syuting (syuro’ penting), ngedate ma madh’unya, atawa kencan ma Murobbiyahnya…Biasanya kalo dah sibuk gitu, sulit bagi si akhwat untuk ngebagi waktu ma ane (hehehe kidding just, eh just kidding), ma Tawazun dink. Akibatnya, kuliah keteteran, kamar berantakan, cucian dan ngantri nunggu di laundry, etc. Masih untung kalo yang jadi korban cucian or kamar yang kayak kapal pecah, tapi kalo ruhiyah yang jadi korbannya, bakalan ngefek ke segala aspek, nyesel berkepanjangan, Non! makanya Tawazun penting banget!! Dari akhwat yang lembut, kalem, kemayu, sampe yang bergaya sporty, energik, en lincah kayak kutu loncat. Dari yang pendiam, tertutup, kaku, sampe yang kelewat gaul, terlalu supel, bahkan rada centil. Ad

Asyik banget ya ngobrolin akhwat. Apalagi bagi si ikhwan kaya ane (Ops! afwan…becanda koq…peace! Tapi emang bener kan..hehehe). a yang tampilannya sederhana, apa adanya, sampe yang modis en fashionable. Yaaah, biarkan mereka dengan gayanya sendiri…toh manusia kan emang beragam. Yang terpenting, nggak nabrak batasan2 syar’ie yang dah diatur ama Islam.

Ngobrolin cewek, emang kagak ade matinye…ya gak pren? (iih, sapa yang ngobrolin cewek…. akhwat lagi ). Dari jaman dahulu kala sampe jaman Yusuf Kalla (ops!) kaum hawa, atau wanita atau perempuan atau cewek atau akhwat (apapun namamu!) emang menarik untuk diungkap. Kenapa menarik? Karena dia emang unik! Buktinya, perlu sebuah lembaga yang ngurusin masalah cewek. Makanya ada Dharma wanita, GOW (Gabungan Organisasi Wanita), ada keputrian en kemuslimahan di rohis, dll, dsb, dst. Sampe masalah syari’at pun, cewek butuh bab tersendiri untuk ngebahas persoalan-persoalannya. Ada buku Fiqh Wanita, Tanya-Jawab Muslimah, kajian for akhwat, umm…apa lagi ya? Ah.. Intinya, cewek itu unik. Apalagi mama gue, unik banget, dari tubuhnya bisa keluar makhluk kaya ane. Hebat kan. Mama antum semua juga gitu ga? (Pertanyaan yang konyol ne...hehehe. Suka2 ane lah. Kan ane yang buat pertanyaan) Sampe di sini ada yang nggak sepakat?! Pokoknya, harus sepakat! Titik.

Baiklah, pada bagian ini ana akan mengungkap beberapa tipe akhawat yang sempat singgah dalam kehidupan ana yang sebentar namun syarat dengan makna ini (cieee!).

Setelah melakukan penelitian kecil-kecilan terhadap beberapa akhwat yang ane kenal serta berdasarkan data pengamatan, analisis, dan hasil observasi di lapangan, setelah menimbang, mencermati, dan memutuskan, akhirnya ditemukanlah beberapa "spesies” akhwat. Tipe-tipe tersebut yakni yaitu antara lain diantaranya adalah sebagai berikut. Mo tau? ni die neeh:

1. Akhwat Lemper

Bicara tentang lemper nie, jadi kebayang ama makanan yang dibalut dengan daun pisang warna ijo, terbuat dari beras ketan yang isinya daging sapi, daging ayam, atawa abon yang sebelumnya dikukus terlebih dahulu. Hmmm…nikmaaat..!! (Hus! Ngomong apaan sih! Gak nyambung ne!)

Heuheueuh…Sowri Prens. Lemper di sini sama sekali gak ada hubungannya sama nama salah satu jajanan pasar favorite ane ntu. Ehem! Lemper di sini maksudnya…Yup! Tuh dah pada tau…

”LEMbut tapi PERkasa!” Akhwat tipe ini memeliki karakter lemah lembut layaknya seorang wanita pada umumnya, namun ia juga memiliki keperkasaan, ketangguhan, dan kemilitanan yang gak kalah dari si ikhwan. Dia bisa bersikap lembut, ramah, dan halus pada siapapun, tapi di sisi lain ia juga bisa berlaku tegas, cakap dan berwibawa. Perkasa bukan berarti ia mampu mengangkat galon air atau kardus air mineral saat jadi panitia acara (kecuali kalo dia ada keturunan ama Mpok Supergirl ato Mbak Xena). Namun keperkasaan itu tampak dalam ketegarannya menghadapi musibah, ketangguhannya menghadapi masalah, kekuatannya dalam mengemban amanah, atau kemilitanannya dalam segala kondisi di medan dakwah dan bersegera menyambut seruan Allah.

Gak ada kata "nggak siap” untuk amanah, atau "ntar dulu deh” untuk panggilan jihad dan dakwah.

2. Akhwat Sosis

Eh, yang ini juga gak ada hubungannya sama nama makanan yah! Dan juga gak da sangkut pautnya ma golongan anak "kiri” di kampus yang biasa dipanggil anak sosis (paham sosisalis).

Nah, sosis yang ini beda pren, dia itu kependekan dari SOk SIbuk Sekaleee! (heuheheh…ada-ada ja lu va!). Akhwat model begini udah bisa ditebak memiliki jam terbang yang sangat tinggi. Kayaknya, gak ada waktu deh buat bersantai ria atau berleha-leha. Time is waktu, prinsipnya! (ya iyyalaah…!) Makanya do’I hobi banget mondar-mandir hilir-mudik bolak-balik riwa-riwi ke sana ke mari bak setrikaan. nggak tau ngapain aja, namanya juga, Sok Sibuk Sekaleee!!. Gesit, lincah, aktif, energik, begitulah sepak terjangnya.

Namun pemirsa, tipe ini juga punya kekurangan jika do’i gak bisa memanaj waktunya dengan baik. Hal ini akan berimbas pada pekerjaan-pekerjaan lainnya, misal: tugas-tugas kuliah yang keteteran, kamar yang berantakan, buku-buku yang berserakan, menggunungnya cucian, atau penampilan yang kurang mendapat perhatian. (ck..ck..ck…saking sibuknya!).

Tapi, gak semuanya gitu koq. Ada juga yang rapi dalam segala hal. Sekali lagi, ini hanya menurut hasil pantauan sementara..

3. Akhwat Narasi

Alamaak..apa pula tu Narasi??!! (Jangan bilang kalo itu adalah salah satu jenis karangan dalam tulisan ya va?! Mentang-mentang anak kimia, apa hubungannya ya!)

Eit, eit…tenang Prens, bukan itu koq maksud ane. Narasi itu singkatan dari…NARsis Amat Siiiee…!! (kyaaa!!! Ngasal banget seh ni orang!) Biarin! Adapun asal-usul pengambilan tipe Narasi ini disebabkan karena keprihatinan ane melihat kondisi akhawat sekarang yang sudah banyak terjangkiti penyakit berbahaya ini (caela!)Ya! Penyakit ini telah mewabah di kalangan sejumlah akhwat en jilbabers. Sasarannya adalah akhwat yang memiliki banyak kelebihan namun tidak dibarengi dengan sikap ketawadhu’an.

Gejalanya, yang awalnya pendiem jadi over acting, yang tadinya minder en gak PD mendadak membangga-banggakan diri sendiri, yang mulanya pemalu jadi malu-maluin, yang asalnya tertutup jadi buka-bukaan (eh, nggak ding. Maksudnya senang menampakkan/memamerkan dirinya di depan umum). Parahnya lagi, jika penyakit ini dibiarkan atau malah dirawat hingga mencapai stadium tingkat tinggi, maka bisa berubah menjadi riya’ bin ‘ujub. Penyakit ini juga bisa menular dan menyerang siapa saja! So, waspadalah! Waspadalah!

Pesan buat akhwat narasi: segera insyaf dan bertaubatlah ukhti…semoga Allah mengampuni_amien!

4. Akhwat Granat

Watch ouuut…ati-ati Pren! Jangan deket-deket, ntar meledak!Emang napa? Dia teroris ya? Ato pelaku bom syahid? Pasti militan banget ya! Mujahidah syahidah kan?!Eit..eit..jangan sok tau gitu deh! Jangan cepet mengambil kesimpulan. Kan yang bikin nama ane, jadi tabayyun dulu kek ke ane, key?!Well, ehem..ehem.. akhwat Granat itu emang berpotensi meledak jika dia sudah mencapai titik puncak kulminasinya.Duuuh, jangan berbelit gitu deh! Apa seh sebenarnya akhwat Granat itu?

Akhwat Granat itu….(jeng jeng jeng) akhwat yang GeeR bANgAAAT!! Gubraks! @#$%^&*? (Kalo bikin singkatan mbok ya yang keren dikit lah va! Kreatif boleh, tapi koq kesannya "mokso” gitu!)Yak! Perkenalkan, inilah akhwat yang paling doyan sama yang namanya pujian en sanjungan. Apalagi kalo yang ngasi sanjungan itu si ikhwan…Whoaaa…bisa meledak beneran tuh kepala!Sstt…Apaaa??!! Nggak dengeeerrr..!! Ooo….ya! ya! ya!

Prens, barusan ada akhwat yang protes, katanya semua cewek itu pada dasarnya emang suka dipuji. Udah fitrahnya begitu. Okey, ane sepakat. Manusia emang suka dipuji. Tapi masalahnya, cara menyikapi sanjungan en pujian setiap orang itu kan beda-beda. yang langsung GeEr trus lupa diri, bangga diri, sombong, angkuh, daaan seterusnya. Tapi ada juga yang langsung menyadari bahwa pujian itu gak pantas disandangkan pada dirinya. Hanya Sang Kholiqlah yang berhak atas segala pujian itu. Lalu dia bersyukur atas kelebihan yang Allah titipkan padanya dan beristighfar jika kemudian sombong dkk hinggap di hatinya. Bukan malah Gede Rasa! Kalo mendengar namanya dipuji, seketika tubuhnya terasa ringan bak balon gas, kakinya serasa tak berpijak di bumi, yang dia rasakan hanya terbang, melayang, membumbung ke angkasa tinggi, sambil bernyanyi..

I’m flying without wings... Duuh…Dasar Akhwat!

5. Akhwat Dopping

Menurut Kamus Ilmiah Populer yang disusun oleh Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Doping adalah semua obat (ramuan, zat kimia) yang digunakan terutama untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan (stamina) tubuh. (Lha trus???) Hohoho….jangan ketipu Pren, jenis akhwat ini sama sekali gak ada hubungannya ama pengertian di atas. Dopping (double P) yang ane maksud di sini adalah DOyan shoPPING (hehe…kecele…!) Aduuh…ampun deh, ni akhwat sukanya belanjaaaaaaaa aja! dari hunting buku, beli baju, jilbab baru, aksesoris, alat-alat perawatan en kecantikan sampe ngeborong makanan ringan (camilan). Intinya, bagi penganut paham Dopping ini, Shopping is number one (baca: doyan).

Hati-hati ukh, hal ini bisa sangat merugikan kesehatan, terutama bagi kesehatan kantong. Dan bila sakit ini bertambah parah, maka bisa mengakibatkan penyakit yang paling ditakuti manusia. Apalagi kalo bukan..(jeng..jeng..jeng)…Kanker! alias KANtong KERing (Waduh, ane sangat prihatin sekali pada ikhwan yang mendapatkan tipe akhwat ini karena bisa tekor tuh suami..ck.ck..). Yaah…ane gak bisa berkata apa-apa lagi. Sepertinya udah jelas banget deh efek yang bakal ditimbulkan dari hobby (baca: kedoyanan) yang menyesatkan ini. Ane cuma bisa berpesan, Wahai para akhwat Dopping, insyaflah dan kembalilah ke jalan yang benar (kalo anti gak mau dibilang "koncone” syetan coz pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetan. hiiii….). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat…

Ayoooo donk akhwaaaattt….Hemaaaaaaaaatttt…!!!

6. Akhwat EM3

Hah? Gak salah tuh tulisannya? yang benar kan iM3 (yee….siapa yang ngomongin kartu perdana). EM3, cara ngebacanya emang sama persis dengan salah satu jenis kartu yang "diasuh” oleh Indosat itu. Tapi asal kalian tahu, akhwat EM3 belum tentu pengguna kartu yang paling diminati en digemari oleh kaum pelajar en mahasiswa tersebut. (murah gitu loch), karena yang ane maksudkan di sini adalah….kalEM, adEM, ayEM, yang disingkat dengan EM3 (jangan protes!).

Sesuai dengan namanya, akhwat ini emang lebih "jinak”, pendiem, en keep silent. Mungkin dari jenis-jenis akhwat yang udah qta bahas, tipe inilah yang paling sering qta jumpai. Doi terkesan lembut, manis, ramah, murah senyum, kemayu, bijak, tenang, ato malah sebaliknya??? Diam-diam, tapi menghanyutkan??? Wallaahu a’laam…Yang jelas, tipikal orang introvert seperti ini emang sulit ditebak karena dia tidak mau mengungkapkan apa yang dia inginkan dengan bahasa manusia pada umumnya, melainkan dengan ilmu kebatinan (heuheuh…emang bisa??).

7. Akhwat Dentis

Udah pernah denger istilah dentist kan? Yep! dentist dalam bahasa inggris berarti Dokter Gigi. So, akhwat Dentis adalah akhwat yang berprofesi sebagai dokter gigi (hehe…ngawur!). Dentis (gak pake ‘T’ di akhir kata) adalah singkatan dari DEmeN arTIS (hah? emangnya ada yah akhwat demen artis??). Oww…jangan salah Pren, Akhwat Dentis emang paling hobby mantengin berita-berita seputar artie en sebritis, apalagi kalo yang diliput adalah artis kesayangannya.

Do’i paling Up To Date ama urusan artis en sebritis. Dia selalu tahu kabar terbaru dari artis fulan en fulanah, lengkap dengan perkembangannya dari waktu ke waktu. Perlu diketahui, kebiasaan buruk ini akan mempengaruhi cara berpikir en apa yang diucapkannya, karena otaknya dah dipenuhi dengan artis, yang sering jadi topik pembicaraan gak akan jauh-jauh dari dunia artis en selebritis yang notabene kehidupannya glamour en hedonis. Barang koleksinyapun berbau artis idolanya. Sampe gaya-nya pun kadang ngejiplak ma stile artis kebanggaannya (Ck..ck.. Namanya juga Demen Artis….). Wuuaaah..Gaswat nih…!!

Bagi prenz Fillah yang menjumpai karakter akhwat macam ini, wajib untuk meluruskan dan mengingatkan saudaranya. Okey?!

8. Akhwat Tumor ato Pelor

Qta semua tahu, bahwa tumor adalah salah satu penyakit berbahaya yang timbul akibat pertumbuhan sel-sel yang tiada terkendali dan bersifat ganas. Sedangkan pelor yang dimaksud ini bukan amunisi lho (pelor dalam bahasa banyumas artinya amunisi senjata. Ga tau daerah laen artinya sama apa engga.hehehe), tapi nemPel langsung moLOr, nempel bantal maksudnya, bahkan nempel bahu ikhwan eh salah, nempel tembok dink, juga bisa lansung molor. Wah hebat juga makhluk kaya gini ya? Sedangkan tumor emang ganas. Apalagi jenis tumor yang satu ini. Dia akan sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Penderita akan sangat sulit sekali melakukan kegiatan (rutinitas) dan mudah sekali melewatkan hal-hal penting yang seharusnya dia lakukan. Akibatnya tugas-tugas jadi berantakan dan terbengkalai. Karena doi tak kuasa menahan penyakit yang dideritanya. (Separah itukah). Apa itu? Yah! Tumor, TUkang MOloR (eits…jangan menyepelekan penyakit satu ini). Akhwat Tukang Molor bisa tertidur pulas di mana saja dan kapan saja (bahkan tanpa kasur dan bantal sekalipun). Di kelas saat Dosen menerangkan, di tempat kerja, di kontrakan (apalagii…), di kajian-kajian, ketika liqo’, bahkan saat syuro pun ni akhwat bisa sukses tertidur dengan lelapnya tanpa mengenal ruang dan waktu.

Mudah sekali mengantuk, itu cirinya. Gak peduli dengan suasana dan kondisi saat itu. Sebagai contoh, ane pernah menemukan tipe akhwat macam ini di kontrakan sendiri (ops!), yang sewaktu pulang kuliah di siang bolong (padahal di luar sana mentari sedang bersinar dengan teriknya, puanaass banget), eh si akhwat tiba di rumah langsung tergeletak tak berdaya, tidur pulas dengan jilbab rapi dan kaos kaki masih menempel di kaki (ane cuma bisa geleng-geleng kepala, ternyata bukan cuma suasana hujan yang enak dibuat bobo). Yaah..mereka memang tak mau peduli, yang penting tidur dan bermimpi…ZZzzzzzzzzz…………

Ohya, edisi kali ini, akhwat yang menjadi target gosip qta tidak lain dan tidak bukan adalah seseorang akhwat yang lagi deket (bahasa kerennya ta’aruf) sama si penulis sendiri, siapa lagi kalo bukan... ya…tau sendirilah. Siapa ya? (heuheuh..rahasia donk, yang udah tahu jangan bilang2 ya? Ntar ane kena omel ma tue akhwat, coz selain Tumor, juga galak euy... hehehe. Moga aja si ukhty ini ga baca artikel ini.hehehe).

9. Akhwat Cadangan

Maksudnya apa neh? *dengan emosi dan nada tinggi

Eit, tenang..tenang Pren. Kita bicarakan baik-baik duduk perkaranya. Ane tahu para akhwat pasti gak terima kalo dibilang cadangan. Karena apa? Konotasi cadangan tuh dari dulu emang negatif. Mau bukti? Ada istri cadangan, lelaki cadangan (kayak lagunya T2, ops!), pemain cadangan, pokoknya si cadangan selalu dinomorduakan alias dikebelakangkan (mana ada sih yang mau jadi kedua? Kecuali si Astrit dengan hitsnya, Jadikan Aku yang Kedua *iiih…sowri aja yaaaaahh). But Prenz, cadangan di sini gak ada sangkut pautnya koq ama istilah yang tadi, karena yang dimaksud di sini adalah….. ”Cuek Abiz nDAk ketuluNGAN” (hehe…jauh amaaaat!!).

Ya! Dialah, akhwat cadangan. Prinsipnya, cuex is the best! Karakternya udah pasti cueks bebeks, jaim banged, en stay cool Maann. Akibat gaya cuek abiz ndak ketulungannya ini terkadang si akhwat disebut juga dengan model akhwat es batu. Namanya juga es, pasti dingiiiiin. Trus batu kan berarti, keras en kaku. So, bisa dikatakan, akhwat tipe begini udah cuek, dingin, keras, kaku lagi! (whuiih…untung gak makan orang). Model cadangan ini banyak kita jumpai di kalangan jilbabers. Biasanya cueknya itu ma lawan jenis (baca: ikhwan). Mungkin niatnya untuk menjaga hijab, tapi tetep aja cuek yang ndak ketulungan di sini gak bisa ditolerir. Misalnya, saat ada saudara seiman yang laki-laki (ikhwan) mengucapkan salam saat bertemu di jalan, trus si akhwat menganggap angin lalu dan pergi begitu saja tanpa menjawab salamnya (dalihnya sie, jawab dalam hati). Ato saat si ikhwan pengen membicarakan sesuatu yang sangat penting dan amat mendesak sekali. Nah, baru ketemu ama si akhwatnya tuh di jalan. Trus, waktu dipanggil "ukhti..!!” Eh, si akhwat malah gak peduli dan sengaja mempercepat langkahnya tanpa menoleh ke arah suara yang memanggilnya (dalihnya lagi nie, takut terjadi fitnah). Yaaah..! Emang sie, serba salah. Bahkan hal semacam ini dah menjadi fenomena yang biasa dan sempat menjadi kontroversi di kalangan aktivis dakwah. Kan udah ada adab-adab beriteraksi (bergaul) antar ikhwan akhwat. Bukan berarti kita menjadi makhluk yang eksklusif dan gak peka terhadap sesama kaan??

10. Akhwat Sufi

Akhwat Sufi? Seperti Rabi’ah Al Adawiyah kah? Subhaanallaah…

Eit..eit…entar dulu (maen asal tebak aja!). Sufi yang ini sama sekali nggak ada hubungan kekerabatan ama para penganut aliran sufisme itu. Gimana mau dibilang sufi (dalam arti sebenarnya), wong doi malah lebih suka duduk berlama-lama di depan layar kaca sambil mantengin film kesukaannya. Yap! Sufi yang ane maksud adalah "SUka FIlm”! Hmm…tiada hari tanpa nonton film, begitu mottonya. Ni akhwat paling up to date kalo ngobrolin soal film. Dari yang terlawas sampe yang terbaru. Dari yang lokal (bikinan anak negeri) sampe mancanegara (box office). Dari jalan ceritanya sampe ke artis dan aktornya. Pokoknya hapal banged dah! (Astaghfirullaahal ‘Adziim…*sambil ngelus dada).

Kalo ni akhwat dibiarkan tumbuh subur di semesta raya ini (kerjaannya nonton film mulu), bagaimana dengan nasib ummat?? Emang masalah ummat bisa terselesaikan hanya dengan duduk manis di depan tivi, komputer, ato bioskop selama berjam-jam sambil menikmati film kesukaan dan maem cemilan??? (mari qta semua teriak lantang secara berjama’ah, "ya nggak laaaahhhh…mimpi kali yeee….!!!”).

Berhibur sie boleh, tapi liat-liat jenis hiburannya dunk, Non! Jangan sampe kita milih hiburan yang nggak ada manfaatnya (ato bahkan malah ngasih mudhorot, apalagi kalo isinya maksiat, iiih…na’udzubillaah). Trus inget-inget waktunya juga! Jangan sampe hal yang mubah membuat qta lupa mengerjakan hal yang wajib (Jangankan yang mubah, ngelakuin yang sunnah tapi mengorbankan yang wajib aja nggak boleh!!!). Intinya, selektif dan proporsional-lah. Hhmm…’afwan lho ukh, bukannya ane sok ngasih "wejangan” ato sok ngatur-ngatus kalian yang menganut aliran sufi ini, tapi ane cuma menghimbau, menganjurkan, menyarankan, mengharapkan, dan mengingatkan (serta mengharuskan) agar anti mau mengurangi porsi nonton filmnya dan lebih banyak hadir ke majelis-majelis ilmu. Mau kan ukhti sayang?? Yuuukkk ^__^

11. Akhwat Amigos

Akhwat macam apa pula ini?

Bicara soal Amigos, ane jadi teringat film masa kecil dulu. Judulnya, Amigos. Jujur, ane termasuk fans berat film telenovela anak dari Meksiko itu. Eh, bukan, lebih tepatnya, ngefans ama pemainnya, yang jadi bu guru! (whuuiiih..sumpah! muaniz nian euy! Tapi lupa namanya tu bu gurunya). Koq jadi ke mana-mana yhah? (Astaghfirullaah, sowri jiddan Prenz. Ayo dunk Idaaa..Fokus! Fokus! *sambil jedotin kepala ke tembok…hehehe*).

Oke, lanjut. Amigos di sini emang masih ada korelasinya ma cerita di atas (bukan, bukan pada filmnya, tapi pada gosip anak ingusannya). Karena Amigos yang ane maksud di sini tidak lain dan tidak bukan adalah… ”AMat pedulI GOSip” (eit, ane yang sekarang dah nggak kayak cerita tadi lho ya). Yang ane ceritain kan udah jadul banged. Lagian dulu mana tau kalo ngegosip itu dosa. Alhamdulillah sekarang dah berusaha dengan sekuat tenaga dan sepenuh jiwa dan raga untuk meninggalkan yang namanya gosip! Ghibah?? Iiihh…Na’udzubillaah….

Yah. Akhwat amigos emang sangat peduli gosip. Entah itu tentang siapa. Pokoknya ngerumpi. Tapi, Alhamdulillaah, dari sekian banyak akhwat yang ane jumpai, tipe ini jarang sekali ane temui (ato mungkin ane aja yang gak tau?). Kebanyakan dari mereka yang memilih jalan hidup sebagai seorang akhwat (muslimah kaffah) rela dengan senang hati meninggalkan jauh-jauh kebiasaan buruk ini. Kalaupun diantara kita (ane dan pembaca) masih ada yang menemukan akhwat yang berprofesi sebagai bigos (biang gosip), maka jangan sungkan-sungkan untuk menegur dan menasehatinya untuk kembali ke jalan yang benar (dengan cara paling ahwan tentunya). Ayo! Yang mengaku cinta saudara, jauhi ghibah! Karena ghibah bagaikan memakan daging saudaranya sendiri. (hiii…gak mau kaann???).

12. Akhwat Lemod

Awas! Jangan salah baca. Bukan lemot, tapi lemod! (ntar, salah-salah ane yang diseret ke meja hijau atas tuduhan pencemaran nama baik akhwat yang notabene gak lemot-lemot amat, alias mampu berpikir cepat dan cerdas_amiin, semoga bener).

So, LEMOD (pake D) yang ane maksud di sini adalah akhwat yang "keLEwat MODis” (adakah? Hmm…banyak malah!). Apalagi dengan model-model jilbab en baju yang semakin variatif belakangan ini. Ada kerudung yang belah tengah, belah pinggir (hee..kayak rambut aja), belah ketupat (ops, ngarang dink!), ada yang pake renda, bordil, bertali, berkerut, motif bunga-bunga, kotak-kotak, garis-garis, warna-warni, whuaaahhh pokoknya rame dah! Hmm…cantik siee…Tapi, semoga masih tetep dalam koridor syar’i. Modis boleh (bahkan ada sebagian akhwat yang "berijtihad” harus!), tapi mbok ya jangan kelewatan. Masa ada akhwat yang dari ujung kepala sampe ujung kaki pake warna yang sama. Biruuuu semua (eit, bukan ane lho yaaa!). Ato ijoooo semua (kan gak lucu kalo ada yang nyeletuk, "eh, liat. Ada pohon berjalan tuh” hihihi…). Dari kerudung, baju, rok (ato ada juga yang make jubah), manset (dekker), kaos kaki, tas, semuaaa satu warna. Ada juga yang berpendapat lain tentang makna modis itu sendiri. Maksud hati ingin dibilang lebih modis en lebih kreatif, akhirnya dipakailah tiga warna berbeda sekaligus. Jilbab merah, baju kuning, dan rok ijo (hehe…ada lampu lalu lintas jalan-jalan tuh..). So, proporsional laaah…yang sederhana tapi gak norak or malu-maluin. Yang biasa aja tapi bersahaja. Yang wajar tapi tetep indah dan enak dipandang mata. Iya, emang sie relatif… Tapi setidaknya bisa disesuaikan ma lingkungan sekitar en masyarakat tempat qta berada, karena merekalah yang akan menilai. ‘Alaa kulli haal, syar’I harus menjadi patokan utama yang nggak bisa ditawar-tawar lagi. Otre?!

Be a beautiful akhwat, inner en outter beauty.

13. Akhwat JUBIR

Untuk tipe ini, qta sebut saja do’i, AKHWATJUBIR (bukan Prenz, bukan juru bicara. Tapi, JUga BIsa Rame!). Kenapa ane bilang butuh penelitian yang serius? Karena ane harus meneliti: Apakah keramean akhwat itu hanya berdasarkan karakter/bawaan yang emang dah dari sononya rame ato semua tipe akhwat pun (mulai dari lemper, narasi, sosis, tumor, EM3, dll yang udah qta bahas sebelumnya) berpotensi untuk bisa bikin rame binti heboh?! Dan ternyata, penelitian itu menghasilkan sebuah simpulan bahwa peluang untuk menjadi Akhwat Jubir memang terbuka bagi siapa saja. Ya! Siapa saja. *gayanya seperti sedang mengungkap kebenaran yang sudah lama ditutup-tutupi (halah!). Berarti, termasuk yang nulis dooonkz (ya iyya dooonk, masa ya iyya lah..).

Ada yang bilang kalo pemilik FS dan MP akhwatzone ini adalah tipe akhwat kaku, jaim, keras, pokoknya model akhwat serius begete gitu deeeh. Sampe-sampe nieh, beberapa akhwat di komunitas akhwatzone kalo ngirim tausiyah ke testi en HP ane pasti yang serius2 juga. Mulai dari sms2 haroki sampe yang militan2 (Whuaaa…ane mah seneng jiddan!). Semoga bener2 jadi akhwat tangguh, haroki, dan militan!…aaaamiin. Ada juga yang nelpon ke ane, kesan pertama yang muncul adalah: ehm! Koq masih imut yhah? (heheh…). Menit berikutnya: Koq beda ma dugaan ana ya? Menit berikuynya lagi: asyik juga nieh diajak ngobrol (ehem! Ada yang mau protes?!). trus, lama kelamaan: Oalah! Jadi begini thow aslinya si akhwtazone? Ternyata…rame juga yah! Huahaha… (ops! Sensor. Akhwat gak boleh ketawa keras2).

Kembali ke AKHWAT JUBIR. Akhwat emang bisa dan boleh rame, tapi cukup antar sesama akhwat aja dan di forum yang emang gak resmi, trus ramenya juga jangan kebablasan ya Non! Kalo di depan mad’u ato mutarobbi-nya aja si akhwat sok jaim (biar terlihat lebih dewasa, bijaksana, en berwibawa gitu!). Ato pas lagi di depan MR-nya, si akhwat bisa memasang tampang kalem, adem, ayem, polos binti lugu. Apalagi di depan para ikhwan, dia bisa lebih tegas, kaku, serius, en stay cool Man! Bahkan, saking jaim-nya, sebagian akhwat ada yang anti banget memanggil ikhwan dengan sebutan ‘akh’ (nadanya, gimanaaa gitu! Akh…! Ane juga rasanya gmn gt kslo dipanggil akh ma si ukhty. Hehehe. Adem hati ane maksudnya. Jangan ngeres deh!). Doi lebih enjoy memanggil makhluk berjenggot (bukan jenis hewan lho ya!) itu dengan sebutan Pak! (banyak juga sie yang protes: ane kan belum punya anak ukh, belum merit pula, baru juga masuk kuliah, koq dipanggil Pak seeh?!). Iya, iya…’afwan jiddan Wan, bagi penganut "madzhab” ini, panggilan ‘Pak’ juga termasuk bentuk"penjagaan”. Bahkan nih, ada "madzhab” lain yang "berijtihad” dengan mengganti semua sebutan Akh, Pak, dan nama-nama si ikhwan dengan nama ‘Afwan (awas dimarahin ortunya lho ukh! masak nama anak orang diganti2 seenaknya!). Mau contoh? Saat acara kepanitiaan, si akhwat dengan tegas berkata pada si ikhwan: ‘Afwan, bisa minta tolong jemput pembicara di jalan X, ban motor beliau pecah. Atau: ‘Afwan, sound system-nya udah di chek belum? ‘Afwan, sebaiknya acara segera dimulai, kasihan peserta sudah terlalu lama menunggu. Ada juga yang lewat SMS: ‘Afwan, ane gak bisa hadir syuro. ‘Afwan, Acaranya jadi ahad depan kan? Dll, dsb, dst….Jangan2 abiz gitu ada orang ammah yang ngira kalo nama ikhwan itu si ‘Afwan, kan gak lucu kalo tiba2 dia ikutan manggil si ikhwan dengan: Hey, ‘Afwan! Dari mane aje lu? (Huwahahaha…Ops! ‘Afwan, kebablasan). Kayaknya perlu materi MBA di kalangan Aktivis Dakwah deh. (bukan, bukan MBA yang ‘itu’. Tapi, Manajemen By ‘Afwan. Heheh).

Kembali ke topik. So, sah-sah aja koq kalo akhwat rame, tapi liat2 sikon ya Mbak! Jangan rame pas lagi Guru or Dosen menjelaskan (ya iyya laah, bisa dikeluarin tuh). Jangan rame saat orang2 lagi pada bobo (bisa2 ada bantal meluncur kea rah Anti. Hehehe…). Jangan rame saat ada kajian. Jangan rame saat liqo. Jangan rame di kamar mandi. Dan yang terpenting, jangan rame pas lagi sepi alias ga ada orang sama sekali (secara, Anti bisa dikira penghuni RSJ yang lagi lepas ukh. Hihihi…).

Rame terkadang diperlukan untuk memecah kesunyian. Rame juga dibutuhkan untuk mencairkan suasana yang membeku bak es batu. Rame di sini maksudnya obrolan disertai guyonan atau canda yang nggak melanggar syar’i dan gak kelewat batas. Ya, sekadarnya aja lah..biar suasana tegang menjadi riang, biar stress menjadi hilang.

Nah, dari paparan Akhwat Jubir di atas, makin terbukalah wawasan kita mengenai sosok bernama akhawat. Berhubung sudah ada bukti dari penelitian terdahulu (dalam Proposal Penelitian Seorang Akhwat), yang menyatakan bahwa akhwat bukanlah makhluk halus melainkan makhluk kasar (baca: manusia) yang tak luput dari salah dan dosa serta memiliki banyak sekali kekurangn dan kelebihan, maka dapat ditarik benang birunya bahwa ternyata: Rajin Pangkal Pandai, Malas Pangkal Bodoh! (iye, iye, ane tau..kagak nyambung kan?). Maka, dengan sepenuh hati ane nyatakan bahwa: Tak Ada Akhwat Yang Tak Retak.

Hmmf…Dasar Akhwat!

14. Akhwat Tompi

Pren, kenal Tompi kan? Itu tuh penyanyi asal Aceh aliran Jazz yang kalo manggung always pake topi (tau kan? tau kan?). Yeaah…biarlah Tompi hidup damai dan bahagia di sisinya (maksudnya, di sisi istrinya, hehe..). Qta gak lagi bicarain pemilik suara khas itu koq. Ngapain juga ngurusin orang, kita kan bukan akhwat Amigos, ya nggak?

Tompi di sini maksudnye, TOMboy en sPortI (ciyeh, keren kan?Kaya si ukh yang lagi deket ma ane ney.hehehe). Sekilas, akhwat ini emang gak da bedanya ma akhwat yang lain. Do’i tetep pake jilbab gede, kaos kaki, dan jubah kebesarannya. Tapi, kalo qta perhatikan lebih seksama (eit, ikhwan gak boleh ya), ternyata akhwat ini memang beda! Dari cara ngomongnya, gerak-geriknya, tindak-tanduknya, penampilannya, yang kesemuanya terkesan: cool maaan!! Kalo akhwat lain suka buat fanniyah (keterampilan dan kerajinan), ni akhwat malah lebih suka basketan (olahraga). Kalo akhwat lain dengan gayanya yang feminim, do’i malah terkesan macho en rada maskulin. Ada kemungkinan, sebelum hijrah, do’i emang dah tomboy. Misalnya karena dulu gaulnya banyak ama anak cowok. Atau dari sebelas bersaudara, dia anak cewek sendiri. Mungkin juga lingkungan keluarga dan masyarakat di tempatnya yang membentuk karakternya yang seperti itu. Banyak faktor. Walhasil, jadilah dia akhwat yang memiliki karakter dan sikap yang "keikhwan-ikhwanan”. Tapi, selama masih dalam batas kewajaran, ni akhwat gak berbahaya koq, Pren. Tenang, bagaimanapun naluri keibuan dan kewanitaannya masih ada dan terjaga. InsyaAllah..

15. Akhwat Apel

Waduh, apel?? Aja-aja ada nih! Apaan lagi tuh?? Apel adalah……Akhwat yang Amat suPEL!! (beeeeeeuu..! Kaya iklan Changcutters). Akhwat yang satu ini enak banget kalo diajak ngobrol, nyambung, ramah, pokoknya asyik deeeh!! Gaul ama dia emang nyenengin. Do’i mudah akrab ma siapa aja. Padahal baru kenal, tapi dah kayak teman lama. Untuk definisi supel ini, insyaAllah Prens Fillah lebih tau. Yaa….gitu deh. Tapi ukh, kalo ma cowok or ikhwan supelnya jangan kelewatan ya. Maksudnya, perhatikan juga adab-adab pergaulan dan berinteraksi dengan lawan bicara Antunna. Otre?!!

16. Akhwat Donat

Wah, donat??? Maaauuuu…!!! hehehe….Siapa yang doyan donaaat?? Eh, salah. Maksud ane, siapa yang doyan curhaaat??? Yap! Gak salah lagi. Dialah akhwat Donat!! Akhwat yang DOyaN curhAT. Tipe ini seringkali ane jumpai, banyak deh. Hampir semua akhwat yang ane kenal rata-rata pernah curhat ke ane (duh ida, jadi tong sampah, eh tong uneg dong! Kan tempat buang uneg2. hehe…). Ni akhwat sukanya emang curhat. Tapi, dah fitrahnya kalee.. cewek kan emang gitu. Pengen ngeluapin semua perasaan, baik kisah bahagia maupun gundah gulananya. Sebagian ada yang curhat karena buth solusi dan pendapat dari yang dicurhatin, namun gak sedikit dari mereka yang tujuan curhatnya hanya sekadar mencurahkan isi hatinya saja. Dia gak butuh tanggapan, hanya ingin didengarkan. Dia butuh teman untuk melampiaskan kekesalan atau berbagi kebahagiaan. Dia hanya ingin orang lain merasakan apa yang ia rasakan. Setelah ia muntahkan semua uneg-uneg yang ada di hatinya, perasaannya akan menjadi lega. Plong! Tapi Wat, mbok ya jangan terlalu doyan curhat. Gak semua orang bisa dijadikan tempat curhat. Liat-liat dulu, dia mau gak dicurhatin? Orangnya bisa gak jaga rahasia? Bisa ngasih solusi gak? Dll. Nah, daripada curhat ama orang yang salah, mending curhat sama Allah aja! Dijamin! Rahasiamu gak bakalan kebongkar. Mau solusi? So pasti ada! Dan Allah, siap mendengarkan curhatanmu kapan aja! Full time. 24 jam! So…..curhat ma Allah yuuk!!

17. Akhwat Lechi

Hohoho…ngomong-ngomong tentang lechi, ane sukaa banget ma minuman yang rasanya lechi. Maniiiiss…segeeerr (duh, jadi haus!). Siapakah gerangan akhwat Lechi itu?? Dia adalah akhwat yang keLEwat CHIldist!. Ngerti childist kan? hmm…gak sedikit lho akhwat yang model begini. Walaupun umur dah kepala dua, sikapnya masiiih aja kayak anak-anak. Emang sieh, usia tua gak menjamin kalo dia dah dewasa. Tapi, kekanak-kanakannya itu lhoo…lebay banget. Cara bicaranya, gayanya, tingkahnya, duh..manjaaa banget. Kadang, nyebelin juga sih kalo dah kelewatan childistnya. Ada juga yang cara berpikirnya dewasa, tapi tingkahnya masih kekanak-kanakan. Dan sebaliknya. Tapi, dia gak salah koq. Toh, perubahan butuh proses. Mungkin faktor keluarga dan orang-orang di sekelilingnya yang terbiasa manjain dia. Jadi agak sulit membentuk jiwa kedewasaannya. Butuh waktu. Hidup akan mengajarinya untuk lebih bijak dan dewasa. InsyaAllah…

Kok gambarnya anak2? Ya jelas childist donklha gambarnya kayak gitu. Ya suka2 ane donk, soalnya stock gambar ane tinggal ini doang sie. Hehehe...

Nah segini dulu aja tipe2 akhwat, ntar kalo ada lagi ane sambung lagi tipe2 akhwat lain.

Tipe2 diatas sebenarnya mirip ma si ukhty yang ada di Bekasi sono, habis....akhwat yang satu ini emang multi tipe.hehehe. Afwan ya ukh, hehehe. Ente emang selalu bisa jadi inspirasi buat ane.

Buat para akhwat2 sebangsa dan setanah air... "Dasar Akhwat...hehehe...Peace bro...eh Peace sis (kalo bro itu brother, nah kalo sis ya sister... Ya tho? hehehe) Gudbye!”
Wassalamualaikum...

artikel from >> http://muslimgaul.do.am

pesona kecantikan batin wanita


Malu karena Allah adalah perona pipinya…..Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..Gelangnya adalah tawadhu…..Kalungnya adalah kesucian

Membaca sebait puisi yang tertulis di dalam buku Kotak kecantikan Ajaib yang ditulis oleh Ninih Muthmainnah atau yang biasa disebut teh ninih membuat saya berfikir bahwa mungkinkah bisa menjadi seperti apa yang beliau uraikan tersebut. Buku yang menjelaskan tentang lika-liku seorang muslimah, bagaimana pentingnya mengutamakan kecantikan batin dari pada hanya memperhatikan kecantikan fisik semata. Yahh..wanita dengan segala keindahanya..karena memang seperti itulah Allah menciptakan makhluk yang bernama wanita. Namun terkadang…kecantikan itu yang bisa membuat wanita menjadi penghuni neraka terbanyak dibandingkan laki-laki.Siapa sih yang tidak ingin disebut cantik? Semua wanita pasti menginginkannya. Berbagai macam cara dilakukan agar bisa terlihat cantik. Bahkan yang sebenernya tidak terlalu cantik, bisa mendadak jadi cantik kalau dia makeover tubuhnya disalon dan berdandan dengan pakaian yang modis. Halah…kayaknya butuh ekstra banyak doku deh kalau mau terus ngikutin hawa nafsu biar tetep di bilang cantik.

“eh…aku dah cantik blum”“

kira-kira…pantes gak ya aku dandan kaya gini”

“pakaian sama dandanan apaan sih yang lagi ngetrend saat ini, mau dunk di makeover kaya majalah itu”

“kira-kira si dia suka gak ya, tampilan cewek modis”

Bla…bla…bla….banyak deh rumpian yang sering kita denger kalo segenk wanita sudah ngomongin masalah penampilan atau kecantikan fisik. Memang cantik fisik itu penting juga, dan tidak bisa dianggap remeh. Tapi, apakah hanya sekedar cantik parasnya, mata yang indah, suara merdu? Tentu saja tidak. Kecantikan luar itu tidak akan bermakna tanpa ada kecantikan yang datang dari dalam. Waduuhh…apa lagi nih? Kecantikan batin atau bahasa kerenya Inner Beauty.

Terkadang kita pernah melihat atau berbicara dengan seseorang yang sebenarnya dari penampilan fisiknya biasa-biasa saja, tapi ada aura yang terpancar dari dirinya yang membuat kita merasa tertarik padanya. Nah! Pesona inilah yang disebut dengan Inner Beauty. Menurut buku yang saya baca ini, Inner Beauty adalah suatu kekuatan yang tidak terlihat memancarkan keindahan, karisma seseorang. Tetapi pengaruhnya dapat dirasakan oleh orang lain yang berada disekitarnya dan juga memiliki ketaqwaan kepada Allah. Wanita yang senantiasa memelihara ketaqwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah saja.

Ciri wanita bertaqwa adalah mencintai Allah dan Rasulnya. menutup auratnya, melakukan ibadah-ibadah sunnah, berdzikir kepada Allah, bergaul dengan orang-orang shaleh, merasa diawasi oleh Allah, mengendalikan hawa nafsu.

sudah jelas mengenai inner beauty? Sekarang bagaimana caranya supaya memiliki inner beauty tersebut.Seorang muslimah, dapat memancarkan aura keanggunan fisiknya dari kepribadianya sehingga dapat tampil mempesona. Agar aura kecantikan bisa terpancar, maka diperlukan adanya keseimbangan antara kecantikan fisik dan juga kecantikan batinnya.Bagaimana bisa menampilkan inner beauty? Kunci utamanya adalah harus tampil percaya diri atau PeDe, berfikiran positif, dan tidak menyesali keadaan. Mampu mengendalikan stress.dan tetap semangat dalam menghadapi segala cobaan. Manajemen hati juga penting lho! Supaya bisa terhindar dari rasa benci, dengki, iri, mencoba untuk menghargai orang lain, gaya hidup yang sehat serta pola makan yang tepat. wah berat juga yaa…tapi mulai dicoba tidak ada salahnya kan?

Lantas, bagaimana caranya mengasah inner beauty tersebut?

Pertama, berfikiran positif. Berfikir positif pada diri sendiri dan juga pada orang lain. Muslimah yang berfikiran positif diyakini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata. Jangan menyesali kekurangan diri, lebih baik berfikir bahwa manusia memiliki kekurangan dan juga kelebihan.

Kedua, rasa Syukur. Rasa syukur juga membuat kita terhindar dari penyakit hati. Bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan karena pada dasarnya Allah sudah menciptakan fisik kita sedemikian sempurnanya. Rasa syukur akan membuat batin terasa lebih tentram. Biasakan juga untuk mengulurkan bantuan dengan ikhlas bagi orang yang membutuhkan.

Ketiga, mengasah kemampuan intelektual. Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan membuat wanita muslimah memiliki nilai tambah tersendiri.

Keempat, hal yang tidak kalah pentingnya adalah SENYUM (^_^). Karena senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. Hiks! Senyumnya asal jangan disalah artikan saja yaa…..

Ciri-ciri wanita muslimah yang memiliki kecantikan inner beauty itu, mereka yang mampu bertoleransi dan berinteraksi dengan sesama, mempunyai rasa sayang terhadap siapapun, dan rendah hati serta kuat iman. Heemmm…kira-kira…sudah ada blum yaa di diri ini ciri-ciri tersebut? Yah kalau kepingin punya ciri-ciri tersebut. Tidak ada salahnya kan mencoba mengikuti saran teh ninih? . . . yongkruu..

artikel from http://ukimedia.wordpress.com

muhrim atau mahrom . . ?? hayoo . . .


Disebuah kelas, di salah satu kampus gak terkenal di Bogor. Ada seorang mahasiswa cowok yang genit dan sok keren yang sukanya godain cewek. Namanya Oji. Seperti biasa setiap hari hobinya si oji itu godain temen-temen cewek di kelasnya, sampe temen-temen ceweknya itu suka menjerit jerit karena si oji suka toal toel keganjenan. Saat ini yang jadi korbannya adalah si Nani. Gak rela dideketin sm si oji, Nani pun ngejerit sambil maki-maki : “Najiis..Sumpeh deh lo..kita bukan muhrim..gak boleeehh tau..”

Si oji ini pun terkekeh kekeh njawab sambil tambah deket sama si nani : ” Eh eh eh ..emang koq bukan muhrim, kan kita gak lagi haji..Sini dong nani sayang…”

Si Nani pun ngibrit keluar kelas sambil ngejerit jerit : ” Ahh..mamih..ada orang gila…”

=============

Hahaha…pernah gak sih kita menyaksikan adegan seperti itu? Atau anda yang cewek pernah menjadi nani..atau bahkan anda yang cowok suka jadi si Oji yang genit dan ganjen? :D

Nah kalau kita perhatikan dengan baik, apa yang salah dari kata kata yang ada di ilustrasi diatas? Ahaa..coba perhatikan kata yang saya cetak tebal. Muhrim? Yap..Kata ini sudah familiar di telinga kita tapi sesungguhnya sering dalam penggunaannya tidak tepat dan pas dengan momentum pengucapannya.

Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Nah jadi jawaban si Oji diatas adalah bener..pantas aja si Oji tambah berani. Karena si Oji tau bahwa muhrim yang dimaksud si nani gak pas maknanya. Haha mungkin si Oji udah pernah belajar bahasa di Pondok, tapi berhubung di Pondok dia gak suka ngeliat cewek, jadilah pas keluar dari pondok dia jadi lapar en kegenitan. Alah..sudahlah lupakan teman saya si Oji ini.

Lalu..apa yang seharusnya kita katakan ketika ada scene seperti ini? jawabannya adalah ” Maaf..kita bukan mahram..” mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.

Mahram ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.

Mahram sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, yakni mahram karena nasab (keturunan), mahram karena penyusuan, dan mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).

Kelompok pertama, yakni mahram karena keturunan, ada tujuh golongan:
1. Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita
2. Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
3. Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu
4. Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
5. Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
6. Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
7. Putri saudara laki-laki sekandung, seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
Mereka inilah yang dimaksudkan Allah subhanahu wa ta’ala:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…” (An-Nisa: 23)

Kelompok kedua, juga berjumlah tujuh golongan, sama dengan mahram yang telah disebutkan pada nasab, hanya saja di sini sebabnya adalah penyusuan. Dua di antaranya telah disebutkan Allah subhanahu wa ta’ala:

وَأُمَّهَاتُكُمُ الاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ

“Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan.” (An-Nisa 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan miliknya melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu. Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut . Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti termasuk anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, serta dua anak yang disusui oleh wanita yang sama. Maka ayat ini dan hadits yang marfu’:

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

“Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena punyusuan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Abbas),

keduanya menunjukkan tersebarnya hubungan mahram dari pihak ibu dan ayah susu sebagaimana tersebarnya pada kerabat (nasab). Maka ibu dari ibu dan bapak (orang tua) susu misalnya, adalah mahram sebagai nenek karena susuan dan seterusnya ke atas sebagaimana pada nasab. Anak dari orang tua susu adalah mahram sebagai saudara karena susuan, kemudian cucu dari orang tua susu adalah mahram sebagai anak saudara (keponakan) karena susuan, dan seterusnya ke bawah.

Saudara dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi karena susuan, saudara ayah/ ibu dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi orang tua susu dan seterusnya ke atas.

Adapun dari pihak anak yang menyusu, maka hubungan mahram itu terbatas pada jalur anak keturunannya saja. Maka seluruh anak keturunan dia, berupa anak, cucu dan seterusnya ke bawah adalah mahram bagi ayah dan ibu susunya.
Hanya saja, berdasar pendapat yang paling kuat (rajih), yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikhuna (Muqbil) rahimahumullahu, bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah yang berlangsung pada masa kecil sebelum melewati usia 2 tahun, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyusuannya.” (Al-Baqarah: 233)

Dan Hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha muttafaqun ‘alaihi bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah penyusuan yang berlangsung karena rasa lapar dan hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa (no. hadits 2150) bahwa tidak mengharamkan suatu penyusuan kecuali yang membelah (mengisi) usus dan berlangsung sebelum penyapihan.

Dan yang diperhitungkan adalah minimal 5 kali penyusuan. Setiap penyusuan bentuknya adalah: bayi menyusu sampai kenyang (puas) lalu berhenti dan tidak mau lagi untuk disusukan meskipun diselingi dengan tarikan nafas bayi atau dia mencopot puting susu sesaat lalu dihisap kembali.

Adapun kelompok ketiga, jumlahnya 4 golongan, sebagai berikut:
1. Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 23.
2. Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.
3. Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas berdasarkan An-Nisa: 23.
4. Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah) , cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib, dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa: 23.

Nomor 1, 2 dan 3 hanya menjadi mahram dengan akad yang sah meskipun belum melakukan jima’ (hubungan suami istri). Adapun yang keempat maka dipersyaratkan bersama dengan akad yang sah dan harus terjadi jima’, dan tidak dipersyaratkan rabibah itu harus dalam asuhannya menurut pendapat yang paling rajih yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu.

Dan mereka tetap sebagai mahram meskipun terjadi perceraian atau ditinggal mati, maka istri bapak misalnya tetap sebagai mahram meskipun dicerai atau ditinggal mati. Dan Rabibah tetap merupakan mahram meskipun ibunya telah meninggal atau diceraikan, dan seterusnya.

Selain yang disebutkan di atas, maka bukan mahram. Jadi boleh seseorang misalnya menikahi rabibah bapaknya atau menikahi saudara perempuan dari istri bapaknya dan seterusnya.

Begitu pula saudara perempuan istri (ipar) atau bibi istri, baik karena nasab maupun karena penyusuan maka bukan mahram, tidak boleh safar berdua dengannya, berboncengan sepeda motor dengannya, tidak boleh melihat wajahnya, berjabat tangan, dan seterusnya dari hukum-hukum mahram tidak berlaku padanya. Akan tetapi tidak boleh menikahinya selama saudaranya atau keponakannya itu masih sebagai istri hingga dicerai atau meninggal. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَأَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ

“Dan (haram atasmu) mengumpulkan dua wanita bersaudara sebagai istri (secara bersama-sama).” (An-Nisa: 23)
Dan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu muttafaqun ‘alihi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya sebagai istri secara bersama-sama. Wallahu a’lam bish-shawab.
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa’di, Syarhul Mumti’, 5/168-210)

Nah nah nah mari kita gunakan bahasa arab yang baik dan benar..supaya maknanya pas gitu loh :D . . . hehehe
artikel ini diambil dari https://abuhanzhalah.wordpress.com/2010/06/18/muhrim-atau-mahram/


Terima kasih semoga bermanfaat... assaLamu'aLaikum . . .
Foto Saya
emmm . . . ganTeng dan shOLeh o_0

pesan anda

pesan anda